Berita Bisnis, RANCAH POST – Nestle Indonesia mendapat Penghargaan Industri Hijau 2019 untuk tiga pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas upaya terus menerus untuk menjaga keberlanjutan di operasi pabrik dan melakukan pemanfaatan sumber daya secara efektif dan efisien.
Pabrik Nestle Kejayan, Pabrik Nestle Karawang, dan Pabrik Nestle Panjang mendapat penghargaan Industri Hijau level 5, merupakan level tertinggi Industri Hijau.
Ketiga pabrik Nestle terbukti juga mampu menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam proses produksinya serta menciptakan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.
“Sampai dengan akhir 2018, melalui ketiga pabrik ini, Nestle Indonesia mampu melakukan penghematan energi sebesar 46% dan air sebesar 28% dibandingkan 2010, di samping berbagai upaya penghematan lainya. Adanya penghematan pemakaian energi dan air ini turut mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 32%,” ujar Direktur Corporate Affairs Nestle Indonesia Debora Tjandrakusuma.
Sejak 2010, penghargaan Industri Hijau yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia merupakan bentuk apresiasi serta motivasi pemerintah kepada manufaktur dalam negeri untuk menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dalam proses produksinya.
Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu Industri Besar, Industri Menengah, dan Industri Kecil.
Pada perhelatan kali ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Indonesia Achmad Sigit Dwiwahjono menganugerahi Nestle Indonesia dengan Penghargaan Industri Hijau untuk yang keenam kalinya.
Di 2017, Pabrik Kejayan juga dianugerahi sertifikat Industri Hijau sebagai pabrik pengolahan susu bubuk pertama di Indonesia yang memenuhi persyaratan standar industri hijau.
Tidak berhenti di situ, di akhir 2018, Pabrik Kejayan berhasil menelurkan inovasi baru di bidang penghematan energi. Dengan teknologi centrifugal compressor, Pabrik Kejayan berhasil meningkatkan produktivitas dengan penggunaan bahan bakar dengan jumlah yang sama.
“Pada 2050, Nestle di seluruh dunia berambisi mencapai 0 emisi gas rumah kaca. Untuk itu, Nestle Indonesia berkomitmen untuk mempercepat upaya-upaya yang mendukung penurunan emisi gas rumah kaca dengan berbagai inovasi ramah lingkungan di sepanjang mata rantai perusahaan dan meninjau perkembangannya setiap tahun untuk memastikan kemajuan yang dicapai berjalan sesuai rencana,” tutup Direktur Corporate Affairs Nestle Indonesia Debora Tjandrakusuma.