BERITA CIAMIS, RANCAH POST – Aksi brutal yang dilakukan anggota geng motor tak hanya terjadi di kota-kota besar. Di Ciamis, ulah anggota geng motor juga memakan korban.
Dalam menjalan aksi terornya, ‘penjahat jalanan’ itu terlebih dahulu memepet korban kemudian melukainya menggunakan samurai dan gir motor.
Sebagaimana dihimpun, aksi geng motor di Ciamis yang melukai 6 orang itu terjadi pada Minggu (3/2/2019) dini hari.
Korbannya adalah seorang anggota ormas Gibas Sektor Cijeungjing dan lima anggota XTC Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Anggota Gibas yang menjadi korban kebrutalan geng motor di Ciamis diketahui bernama Jujun (22), asal Cijeungjing.
Akibat hantaman gir motor, Jujun menderita luka sepuluh jahitan pada bagian bibir.
“Mereka bergerombol dengan mengendarai sekitar 15 motor dan mengenakan kaos serta jaket yang di belakangnya tertera logo hiu,” terang Jujun, Senin (4/2/2019), saat melapor ke Polres Ciamis.
Dijelaskan Jujun, peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 03.00 dini hari ketika dia membeli makan di warung yang ada di sekitar Pasar Ciamis.
Ketika pulang, ia dihadang oleh sekumpulan pengendara motor yang didominasi oleh remaja pria.
“Ketika saya berhenti, mereka tanpa basa-basi langsung menghantamkan gir motor ke arah wajah hingga mengenai bibir. Saya mencoba melawan, namun mereka menyerang dengan beringas,” kata Jujun.
Ketika Jujun terkapar, barulah anggota geng motor itu beranjak meninggalkan lokasi.
“Saya sempat tak sadarkan diri akibat hantaman yang cukup keras, saya siuma ketikan sudah berada di rumah sakit,” ucap Jujun, dilansir Harapan Rakyat.
Ketua Gibas Resort Ciamis, Agus Slamet membenarkan bahwa salah satu korban keganasan geng motor di Ciamis adalah anggotanya.
“Kami sudah melapor ke Polres Ciamis agar ditindak sebagaimana hukum yang berlaku,” ujar Agus.
Namun apabila tidak ada ketegasan dari pihak kepolisian, Agus mengatakan pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan.
BACA JUGA: Geng Motor Bikin Ulah, Pemuda di Ciamis Ini Kritis
“Kami mendesak kepolisian untuk mengusut kasus ini sampai tuntas,” tandas Agus.