RANCAH POST – Tasikmalaya yang memang dikenal dengan sebutan Kota Santri kini tengah berupaya keras mengikis keberadaan PSK.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengirimkan para penjaja lendir tersebut ke Balai Rehabilitasi Sosial Karya Wanita (BRSKW) Cirebon untuk mengikuti pembinaan.
Dikatakan Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya H Buddy Rachman, pengiriman para PSK itu rencananya akan dilakukan pada bulan Maret.
Buddy pun mengaku sudah berkoordinasi dengan BRSKW. “Mereka siap menerimanya pada bulan Maret, tapi mudah-mudagahn bulan Februari sudah bisa,” terang Buddy, Minggu (4/1/2018).
Di BRSKW Cirebon Jawa Barat, lanjut Buddy, para PSK itu akan mendapatkan pembinaan selama tiga bulan. Mereka juga akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan supaya bisa terlepas dari dunia hitam.
“Akan ada pelatihan menjahit dan menganyam kerajinan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan,” kata Buddy.
Hanya saja, Pekerja Seks Komersial yang akan dikirim tersebut jumlahnya terbatas mengingat fasilitas di BRSKW cuma bisa menampung 70 orang.
“Misalnya kita mengamankan 40 Pekerja Seks Komersial dan disana kuotanya tinggal 30, kita kirimkan 30 dulu, sisanya nanti,” terang Buddy.
Dengan cara seperti itu, Buddy optimis bisa mengikis kehadiran PSK di Kota Tasikmalaya secara bertahap. Nantinya, Buddy berharap Kota Tasikmalaya bisa terbebas dari keberadaan wanita penjaja diri tersebut.
“Semoga kalau sudah diberi pelatiahan mereka tidak akan kembali menjadi PSK,” harap dia, dilansir Radar Tasikmalaya.
BACA JUGA: Diduga Gelar Pesta LGBT, Rumah Makan di Tasikmalaya Digerebek Aparat
Buddy menambahkan, untuk warga bukan PSK atau non muhrim yang terkena razia, pihaknya akan mengenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) sebagaimana yang sudah diberlakukan selama ini.
1 Komentar
Kalau Cirebon sudah penuh bisa di kirim ke PSKW Pasar Rebo Jakarta