RANCAH POST – Terjadinya erupsi Gunung Agung Bali rupanya berdampak pada dunia penerbangan. Ya, Bandara Ngurah Rai ditutup selama 24 jam ke depan.
Gunung Agung Bali sendiri terhitung sejak Senin (27/11/2017) statusnya telah dinaikkan dari level 3 (siaga) menjadi level 4 (awas).
Akibat Bandara Ngurah Rai ditutup, sedikitnya 445 penerbangan terdampak. Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim.
Penerbangan tersebut terdiri dari 249 penerbangan domestik dan 196 penerbangan internasional. “Penerbangan yang terdampak sebanyak 445 dengan total penumpang sekitar 59000 orang,” ucap Arie, Senin (27/11/2017).
Masih dikatakan Arie, dari pengamatan yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai Bali, meski partikel abu sangat tipis, namun ruang udara tertutup abu vulkanik.
“Abu vulkanik yang ada di bandara itu sangat tipis, namun di ruang udara abu vulkanik sangat tebal,” ujar Arie.
Adapun penumpang yang terlanjur berada di Bandara Ngurah Rai, akan dialihkan melalui jalur darat menggunakan bus menuju bandara yang berada di Lombok maupun Jawa Timur.
BACA JUGA: VIDEO Viral Aksi Mangku Mokoh Nekat Naiki Gunung Agung yang Berstatus Awas
“Kami sudah memerintahkan kepada Kepala BPTD Wilayah VII Bali dan NTB menyiagakan bus dan penyebrangan untuk melayani para penumpang yang terdampak penutupan Bandara Ngurah Rai,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi.