RANCAH POST – Setelah dinanti lama, Apple akhirnya resmi memperkenalkan tiga varian iPhone terbaru. Yakni duo iPhone 8 dan iPhone 8 Plus, serta satu seri iPhone X yang merupakan edisi spesial.
Acara tersebut digelar di Steve Jobs Theater di markas Apple, Apple Park, California. Dan ada kejutan lain selain kehadiran Apple iPhone terbaru ini. Entah untuk fans Apple, atau untuk salah satu bos Apple sendiri.
Tepatnya adalah Vice President Apple, Craig Federighi, yang mungkin saat ini masih terpingkal-pingkal mengingat momen yang memang sedikit bikin malu saat peluncuran iPhone X kemarin.
Pasalnya, dalam sesi demo keynote, Federighi membawakan acara sambutan dan memperkenalkan salah satu fitur baru pada iPhone X, yakni FaceID.
BACA JUGA : Apple iPhone X Resmi Meluncur, Usung Layar AMOLED Bezel-less dan Fitur Keren
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuka kunci layar dengan cepat menggunakan wajah. Dan hanya perlu melihat kearah layar saja.
Itu jugalah yang ia katakan. “Ini adalah iPhone X. Membuka layarpun lebih mudah, hanya perlu melihat layar saja dan swipe up,” katar Federighi kala itu.
Sembari mencoba mempraktekannya, Federighi memalingkan wajahnya ke layar iPhone X. Namun alih-alih kunci layar terbuka, iPhone X malah meminta ia memasukkan passcode, yang berarti pembuka kunci layar dengan wajah itu sama sekali tidak berjalan mulus.
Federighi kemudian mencobanya sekali lagi, namun naas masih gagal. Entah bagaimana perasaannya kala itu, dengan wajah pucat pasi dan panik. Ia kemudian mengganti unit iPhone X itu dengan unit baru.
Untung, kali ini ia tak tambah malu, karena unit baru ini bekerja sebagaimana diharapkan.
Dan momen tersebut sempat diabadikan salah satu pengunjung dalam postingan di Twitter miliknya.
Woopsie! #iPhoneX FaceID hiccup! #AppleEvent pic.twitter.com/uYZ4BCRDNx
— Bam (@cristianbam) September 12, 2017
Memang, kegagalan dalam demo smartphone bukan kali ini saja terjadi. Namun dalam sejarah Apple, momen memalikan Federighi ini adalah yang pertama.
Jelas ada kemungkinan, bahwa ia akan mendapat cibiran dari banyak pihak. Khususnya fans fanatik Apple yang menuntut kesempurnaan dari perusahaan kenamaan AS tersebut.