BERITA TASIKMALAYA, RANCAH POST – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang juga diselenggarakan di beberapa sekolah di Kabupaten Tasikmalaya tak ubahnya seperti yang terjadi di Kabupaten Pangandaran, menghadapi berbagai kendala dan sempat diwarnai ‘ketegangan’.
Seperti yang terjadi di SMAN 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Salah satu sekolah di Kabupaten
Tasikmalaya yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tersebut menghadapi kendala berupa terhentinya pasokan listrik saat UNBK berlangsung.
Untung saja kondisi tersebut tidak berlangsung lama, sekitar 10 menit. Jadi siswa dapat kembali mengerjakan soal
Bahasa Indonesia yang menjadi mata ujian pertama. “Listriknya gak kuat, baru bisa lagi setelah pendingin
ruangan dimatikan,” terang Aleh Soleh, Pengawas UNBK SMA N 1 Singaparna.
Akibat putusnya aliran listrik itu, dikatakan Aleh, server pun terputus. Namun 102 siswa yang mengikuti UNBK tahap satu tersebut tidak panik. “Siswa telah terbiasa dengan kondisi tersebut, mereka telah melakukan uji coba beberapa kali. Tinggal log in lagi, siswa pun bisa melanjutkan mengerjakan soal,” terangnya.
Mengatasi kondisi tersebut, Anda Sujana, Kepala SMA N 1 Singaparna meminta petugas PLN untuk melakukan pemeriksaan listrik di sekolahnya. Pemeriksaan listrik tersebut dilakukan guna menghindari kembali terputusnya aliran listrik pada ujian tahap berikutnya. “Sebenarnya daya listrik di sekolah kami mencapai 42.000 watt, sudah cukup kuat. Kami takut ada masalah pada aliran listriknya,” kata Anda, Senin (4/4/2016).