RANCAH POST – Beberapa waktu yang lalu media dihebohkan dengan pemberitaan bahwa perusahaan sekelas Alibaba membuka lowongan kerja untuk merekrut Programmer Encouragement Specialist atau gadis ‘cheerleaders’ yang memiliki kualitas sekelas bintang film dewasa Jepang untuk menghibur para karyawan terutama para programmer.
Nah, baru-baru ini sebuah perusahaan berbasis di China telah merealisasikan hal ini dengan merekrut tiga orang wanita cantik programmer cheerleaders, dimana kandidat harus memiliki kriteria-kriteria tersendiri seperti harus cantik, memiliki talenta, mampu menciptakan suasana kerja yang fun. Job desk dari posisi ini bermacam-macam seperti membelikan sarapan untuk para programmer, ngobrol ngalor-ngidul, hingga bermain ping-pong di saat jam istirahat.
Manager Human Resources dari perusahaan China tersebut mengklaim dengan merekrut gadis ‘cheerleaders’ adalah karena fakta kebanyakan dari para programmer bersikap introvert dan sulit bersosialisasi. Dengan adanya para gadis ‘cheerleaders’ ini telah terbukti dapat meningkatkan motivasi dan efisiensi kerja para programmer.
Lantas, bagaimana kalo di kantor terdapat programmer perempuan? Apa harus merekrut pria ‘cheerleaders’ juga? Dan, apa mungkin hal seperti ini bisa juga diterapkan di Indonesia ya? Ayo siapa yang mau mendukung kehadiran gadis penghibur seperti di Alibaba ini.