RANCAH POST – Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni yang merupakan Anggota Polres Mojokerto, hingga sampai saat ini masih bersembunyi dan entah kemana rimbanya.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyarankan Briptu Rani segera muncul dan menjelaskan duduk perkara yang sesungguhnya.
“Namun, harus ada perlindungan terhadap Briptu Rani. Bagaimana pun kasus pelecehan selalu membuat trauma bagi korbannya. Kasus ini harus diselesaikan secara tuntas,” ujar Neta, Sabtu (25/5/2013).
Apabila Briptu Rani tidak muncul, kata Neta, masyarakat akan menilai bahwa Briptu Rani hanya mencari sensasi. “Jika tak kunjung muncul, justru Rani yang bisa dinilai sekadar mencari sensasi, padahal sesungguhnya dia menjadi korban,” tambahnya.
Kata Neta, jika dalam waktu tiga hari kedepan tidak muncul menjalankan tugasnya sudah dianggap resersi dan akan segera diburu atau ditangkap Propam. “Untuk itulah Rani harus segera muncul dan menjelaskan persoalan yang ada,” tutupnya.
Perlu diketahui Briptu Rani kini menjadi buron dan juga terancam dipecat dari kepolisian. Namun, paman Rani, Syarif Safrudin, justru menyatakan, keponakannya kabur akibat menjadi korban pelecehan Kapolres Mojokerto dan seringkali di-bully oleh AKP Lilik Akhiril Ekowati, polwan senior yang diduga merasa cemburu sosial karena Briptu Rani diangkat menjadi Sekpri oleh Kapolres.
Syarif pun sudah melaporkan Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho dan Kasubag Humas Polres Mojokerto, AKP Lilik Akhiril Ekowari, ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.